Hikmah Gema Kehidupan

Dikisahkan ada seorang anak yang tinggal hanya dengan Ibunya, sedangkan Ayahnya sudah hampir 7 tahun meninggalkannya tanpa sebab yang jelas. Sang ibu sehari-hari bekerja sebagai pemetik teh sedangkan sang Anak masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar.
Celakanya, meskipun berlatar belakang sebagai keluarga yang kurang mampu (terlebih lagi ia hanya hidup berdua sama sang Ibu) si Anak justru nakalnya luar biasa. Bisa dibilang tidak mawas diri lah.
Hampir setiap harinya ia selalu membuat keonaran yang membuat teman-teman disekolah tidak menyukainya. Namanya juga anak nakal, meskipun dia yang nakal dia selalu beranggapan kalau dirinya tidak nakal. Suka main rebut jajanan anak lain, tidak segan main pukul, dan tidak kapok diberi sanksi oleh guru.
Pada satu waktu, kenakalannya membuahkan hasil. Tidak ada satupun anak yang menanggapi setiap ucapannya, tidak ada satu orangpun yang mau duduk semeja dengannya, dan parahnya lagi setiap ia memukul maka anak-anak yang lain sudah berani mengeroyoknya.
Situasi ini semakin membuat si anak yang super nakal tersebut depresi dan stres. Begitu bel pulang berbunyi ia lantas lari pergi keatas bakat untuk mencari suasana yang tenang. Saat naik ke atas bukit tiba-tiba si anak terjatuh.
“Aduh !!!” teriak si anak secara refleks.
Tiba-tiba terdengar gema suaranya yang memantul dari perbukitan “Aduh !!!”.
Karena selama ini ia tidak pernah mendengar suara gema, ia pun menjadi terkaget “Hei, siapa kamu ?”, sahut si anak.
Gema pun kembali terdengar “Hei, siapa kamu ?”.
Si anak semakin geram “Kamu Pengecut !!!”, gema pun kembali terdengar “Kamu Pengecut !!!”.
Karena sendirian, si anak justru meras ketakutan dan lari sekencang-kencangnya mencari ibunya. Dengan penuh rasa takut dan panik, si anak menceritakan tentang suara yang menyahut setiap ucapannya di atas bukit tadi kepada Ibunya. Mendengar cerita si anak, sang ibu tersenyum-senyum.
“Ko ibu malah tersenyum ?” Tanya si anak tambah kesal.
Dengan suara lembut penuh kasih sayang, sang ibu menjelaskan
“Suara yang kamu dengar, yang selalu mengulangi kata-kata kita, itu disebut gema. Gema terjadi akbiat suara kita yang memantul ke dinding atau tebing. Jika kamu berteriak kata-kata buruk, kata-kata itu pula yang kembali kepadamu. Jika kamu berteriak kata-kata baik, maka kata-kata itu pula yang kembali padamu. Kata-kata apa yang ingin kamu dengar, semua kembali padamu. Berteriaklah sesuai dengan yang kamu ingin dengar, maka gema akan meneriakkan kembali kepadamu.”
“Terus ?”
“Dari pengalaman kamu tadi, kamu juga dapat mengambil pelajaran, bahwa setiap apa yang kita perbuat itu akan menuai hasil. Kalau kita menyakiti orang lain, bukan tidak mungkin orang lainpun akan menyakiti kita. Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, maka orang lainpun akan baik kepada kita. Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Jadi, tidak perlu kaget kalau teman-temanmu tidak ada yang baik kepada kamu kalau kamu juga tidak baik kepada mereka”.
Usai mendengar penjelasan dari sang Ibu, si anak langsung memeluk sang ibu dengan air mata menetes dipipinya…
“Terimakasih bu… aku sayang ibu… aku sayang teman-temanku… aku sayang semuanya…”

Tentang adefit

i'm a cute man
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s