Manfa’at Madu & Propolis Lebah

Sejarah Kehidupan Lebah Madu
A. Kehidupan Lebah Madu
Lebah dalam bahasa Latin disebut Apis, –sejenis serangga penghasil madu. Terkait dengan rantai kehidupan di alam, lebah membantu proses penyerbukan alami bagi tumbuhan-tumbuhan. Manusia bisa melihat berjuta jenis tanaman di alam, beragam bunga yang indah dan pepohonan, serta menikmati aneka buah-buahan. Peristiwa alami yang berlangsung dari masa ke masa itu terjadi berkat kerja koloni lebah.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ALLAH SEBAGAI SAKSI DAN PENJAMIN

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., beliau bercerita, “Sesungguhnya ada seorang Bani Israel yang memohon kepada Bani Israel lainnya untuk meminjaminya uang seribu dinar. Orang yang meminjamkan berkata, ‘Datangkanlah saksi-saksi. Aku ingin mempersaksikan peminjaman ini kepada mereka.’ Peminjam berkata, ‘Cukuplah Allah sebagai saksinya.’ Orang yang meminjamkan berkata, ‘Datangkanlah seorang penjamin.’ Peminjam berkata, ‘Cukuplah Allah sebagai penjamin.’ Orang yang meminjamkan berkata, ‘Kamu benar.’ Kemudian dia memberikan uang itu hingga tempo tertentu.

Peminjam uang pergi ke laut untuk memenuhi hajatnya. Kemudian dia merasa sangat membutuhkan perahu untuk mengantarkan uang pinjamannya yang sudah jatuh tempo pembayarannya. Namun, dia tidak menemukannya. Kemudian dia mengambil kayu dan melubanginya. Lalu dia memasukkan ke dalamnya uang seribu dinar berikut secarik tulisan yang ditujukan kepada pemilik uang. Kemudian melapisinya agar tidak terkena air. Lalu dia membawa kayu ke laut. Dia berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya telah meminjam uang seribu dinar kepada si Fulan. Dia meminta penjamin dariku, kemudian kukatakan bahwa cukuplah Allah sebagai penjamin, dan dia pun rela. Dia memintaku mendatangkan saksi, lalu kukatakan bahwa cukuplah Allah sebagai saksi, dan dia pun rela. Sesungguhnya aku telah berusaha untuk mendapatkan perahu yang akan kugunakan untuk mengantarkan uangku kepadanya, namun aku tidak mendapatkannya. Kini, kutitipkan uang itu kepada-Mu.’ Kemudian dia melemparkan kayu itu hingga tenggelam. Dia pun pergi. Walau demikian, dia tetap berusaha mencari perahu yang menuju ke negeri orang yang meminjamkan.

Kini, orang yang meminjamkan uang pergi untuk menanti. Barangkali ada perahu datang membawa piutangnya. Tiba-tiba dia menemukan kayu yang berisi uang itu. Dia membawanya pulang sebagai kayu bakar untuk istrinya. Tatkala dia membelahnya, dia menemukan uang dan secarik pesan. Di lain pihak, si peminjam pun datang juga membawa seribu dinar. Dia berkata, ‘Demi Allah, sebelum aku datang sekarang, aku senantiasa berusaha untuk mendapatkan perahu guna mengantarkan pinjaman kepadamu.’ Orang yang meminjamkan berkata, ‘Apakah kamu mengirimkan sesuatu kepadaku?’ Peminjam berkata, ‘Bukankah telah kuceritakan kepadamu bahwa aku tidak menemukan perahu, sebelum saya mendapatkannya sekarang ini?’ Orang yang meminjamkan berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah mengantarkan pinjamanmu yang kau taruh dalam kayu. Maka gunakanlah uangmu yang seribu dinar itu dengan baik.'”

Sanad riwayat ini sahih. Al-Bukhari meriwayatkan pula kisah ini dalam
bentuk yang ketat.

Dipublikasi di sejarah | Tag | Meninggalkan komentar

KB yang Sesuai dengan Tuntunan Agama

Assalamualaikum wr. Wb
Bapak Ustadz yang di rahmati Allah
Ada hal yang ingin saya tanyakan mengenai program KB (keluarga Berencana). Seperti yang kita ketahui di negara kita sedang digalakkan program KB (dengan slogan 2 anak cukup). Yang jadi pertanyaan saya pak Ustadz adalah
1. Bagaimana hukumnya menurut syariat kita, padahal program KB tersebut adalah program untuk menghambat banyaknya anak yang saya tahu ada sedikit pertentangan mengenai program KB ini. Bahkan Ustadz saya sendiri sampai bersumpah tidak akan mengikuti program KB jika menikah kelak. Jadi hal ini sangat membingungkan saya
2. Saya membaca di rubrik kesehatan di website ini yang menyatakan bahwa program KB yang paling aman dan Islami menurut syariat Islam adalah KB dengan cara coitus interuptus atau ‘azl. Apa yang dimaksud dengan itu dan bagaimana menurut kaidah fikihnya
Itu saja yang ingin saya tanyakan, kurang lebihnya mohon maaf. Atas jawaban dari bapak Ustadz saya ucapkan terima kasih
Wasalamualaiakum wr. Wb
jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Secara umum pencegahan kehamilan itu hukum dibolehkan, asal memenuhi dua persyaratan utama, yaitu masalah motivasi dan tekniknya.
1. Halal Kalau Motivasinya Benar

Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidak mendapat rezeki. Karena bila motivasinya seperti ini, berarti kita telah kufur kepada salah satu sifat Allah, yaitu Ar-Razzaq. Sifat Allah SWT yang satu ini harus kita imani dalam bentuk kita yakin sepenuhnya bahwa tidak ada satu pun bayi lahir kecuali Allah telah menjamin rezeki untuknya.
Karena itu membunuh bayi karena takut kelaparan dianggap sebagai dosa besar di dalam Al-Quran.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al-An’am: 151)
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra’: 31)
Motivasi Yang Dibenarkan
Yang dibenarkan adalah mencegah sementara kehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri.
Atau karena alasan medis berdasarkan penelitian para ahliberkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harus mengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorang wanita bila hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anak yang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harus ditolak.
2. Halal Kalau Metodenya Dibenarkan Syariah

Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakan haruslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yang secara langsung pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkan kepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma dan etika serta prinsip umum ketentuan Islam.
Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW adalah ‘azl.
Dari Jabir berkata:` Kami melakukan `azl di masa Nabi saw sedang Al-Qur`an turun (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir berkata: `Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya` (HR muslim).
Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukan kebolehan atau keharamannya.
Alat-alat Kontrasepsi dan Hukumnya
Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode dari alat kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulit bagi kami untuk membahas semuanya satu persatu. Di sini hanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapi dengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di tanya jawab | Tag | Meninggalkan komentar

Hikmah Sayidina Ali a.s (Adil lebih utama dari Kedermawanan)

Imam ‘Ali a.s pernah ditanya tentang firman Allah Ta’ala: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil (al-’adl) dan berbuat
kebajikan (QS 16:90), maka beliau menjawab, “Al-’adl adalah berlaku adil, Sedangkan ‘ihsan’ adalah kelemah-lembutan (tafadhdhul).”.

Imam ‘Ali a.s pernah ditanya tentang firman Allah Ta’ala: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil (al-’adl) dan berbuat kebajikan (QS 16:90), maka beliau menjawab, “Al-’adl adalah berlaku adil, Sedangkan ‘ihsan’ adalah kelemah-lembutan (tafadhdhul).”.
Takutlah engkau terhadap orang lemah jika dia berada di bawah (perlindungan) bendera keadilan, dengan takut yang lebih besar daripada terhadap orang yang kuat yang berada di bawah bendera ketidakadilan. Sebab, kemenangan mendatanginya dari arah yang tidak diketahuinya, sedangkan lukanya tidak akan pernah sembuh.
Perhatikanlah apa yang ada padamu, maka janganlah engkau meletakkannya kecuali pada tempatnya; dan apa yang ada pada orang lain, maka janganlah engkau mengambilnya kecuali dengan haknya.
Adalah salah memberi kepada orang yang tidak berhak, sementara dia tidak memberi kepada orang yang berhak.
Imam ‘Ali a.s. pernah ditanya, “Apa yang lebih utama, keadilan atau kedermawanan?” Beliau menjawab, “Keadilan berarti meletakkan segala perkara pada tempatnya, sedangkan kedermawanan berarti mengeluarkannya dari depannya. Keadilan adalah penguasa umum, sedangkan kedermawanan sesuatu yang terjadi kadang-kadang dan bersifat sementara. Dengan demikian, keadilan lebih mulia dan lebih utama.
Keadilan lebih utama daripada keberanian. Sebab, seandainya manusia menggunakan keadilan secara umum seluruhnya, niscaya mereka tidak akan membutuhkan lagi pada keberanian.
Ada tiga golongan manusia yang tidak akan meminta keadilan dari tiga golongan manusia yang lainnya, yaitu: orang yang berbakti dan orang yang durhaka, orang yang bijak dan orang yang jahil, dan orang yang mulia dan orang yang tercela.
Tidak akan khawatir orang yang adil dalam hukumnya, memberi makan dan makanan pokoknya, dan menyimpan dari dunianya untuk akhiratnya.
Pilihlah menjadi orang yang kalah, tetapi engkau berlaku adil; dan janganlah memilih menjadi orang yang menang, tetapi engkau zalim.
Jadikanlah dirimu sebagai neraca keadilan dalam hal apa yang terjadi antara engkau dan orang lain.
Masa kekuasaan orang yang zalim lebih pendek daripada masa kekuasaan orang yang adil. Sebab, orang yang zalim merusak, dan orang yang adil melakukan perbaikan, sedangkan perusakan sesuatu lebih cepat daripada perbaikannya.
Barangsiapa berlaku adil terhadap orang yang berada di bawahnya (dalam status sosial), maka dia akan mendapatkan perlakuan yang adil dan orang yang berada di atasnya.
Dahulukanlah keadilan daripada kekerasan, niscaya engkau akan beruntung dengan mendapatkan kecintaan, dan janganlah engkau menggunakan pukulan jika perkataan lebih berguna.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Kisah Berkat Membaca Basmallah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.
Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia
hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejak, “Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah.”

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : “Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.”
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, “Simpan duit ini.” Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang aman, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang
disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, “Berikan
padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan.”
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, “Bismillahirrahmanirrahiim.” Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Fatimah Az-zahra Rha & Gilingan Gandum

Suatu hari masuklah Rasulullah s.a.w. menemui anaknya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anakdanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah s.a.w. bertanya pada anandanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Rasulullah s.a.w. tidak menyebabkan matamu menangis”. Fathimah rha. berkata, “Ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah s.a.w. di sisi anakdanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, “Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”. Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah s.a.w. mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah s.w.t.

Rasulullah s.a.w. meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah s.w.t. dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di sejarah | Meninggalkan komentar

Mukjizat Rasulullah SAW.

Oleh : Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Bin ‘Abbas Al-Maliki al-Hasani
Salah satu mukjizat Rasulullah saw. Adalah Alquran al-Karim,dan ini merupakan mukjizat terbesar. Mukjizat yang lain adalah: pembedahan dada beliau oleh malaikat; Isra’mi’raj;kabar beliau (kepada kaum Quraisy) tentang Bait al-Muqaddas;bulan terbelah dua; peristiwa yang terjadi ketika beliau keluar rumah berangkat hijrah (ketika itu kaum Musyrik Quraisy bersepakat membunuh beliau. Pada saat itu beliau keluar dari rumah,mereka yang mengepung beliau semuanya mengantuk hingga beliau dengan laluasa dapat melewati mereka). Dalam Perang Badr beliau mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan kea rah pasukan musuh, sehingga setiap musuh yang terkena butiran pasir jatuh terjungkal dan mati.
Demikian pula yang beliau lakukan pada Perang Hunain sehingga musuh berhasil dikalahkan. Ketika Suraqah bin Malik mengejar beliau dalam perjalan hijrah ke Madinah,kaki kuda yang ditungganginya terperosok ke tanah dan terjepit di dalamnya.
Kambing betina milik Ummu Ma’bad yang belum pernah kawin, ketika teteknya diuasp-usap Rasulullah saw., tiba-tiba dapat mengeluarkan susu demikian banyak untuk diminum rombongan beliau bersama Ummu Ma’bad. Bahkan dapat mengisi penuh qirbah (wadah air terbuat dari kulit) untuk bekal melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Terkabulnya doa beliau ketika memohon kepada Allah agar agama Islam diperkuat dengan masuknya ‘Umar bin al-Khaththab r.a. Terkabulnya doa beliau ketika memohon kepada Allah agar ‘Ali bin Abi Thalib disembuhkan dari penyakit mata dan dikebalkan badannya dari gangguan udara panas dan dingin. Seketika itu juga doa beliau terkabul dan ‘Ali dapat memimpin pasukan bersenjata dalam Perang Khaibar melawan Yahudi.
Dalam suatu perperangan, mata Qatadah bin Nu’man terkena senjata musuh hingga biji matanya keluar. Dengan pertolongan Allah, Rasulullah saw. Berhasil mengembalikan biji mata Qatadah dan sembuh seketika itu juga. Terkabulnya doa beliau ketika mohon kepada Allah agar ‘Abdullah bin al-‘Abbas dikaruniai kecerdasan untuk menakwil dan mendalami ilmu-ilmu agama. Unta milik Jabir yang pada mulanya kalah berpacu,namun setelah Rasulullah saw. Mendoakan, unta itu menang berpacu saat itu.
Terkabulnya doa beliau agar Anas dikaruniai umur panjang, mempunyai banyak harta dan anak keturunan. Pohon kurma milik Jabir yang mulanya berbuah sedikit,setelah didoakan Rasulullah saw. Bias berbuah banyak sehingga Jabir dapat melunasi utang-utangnya. Bahkan buah kurmanya masih tersisa 13 takar (wusq).
Terkabulnya doa beliau ketika memohon agar Allah menurunkan hujan. Seketika itu juga hujan turun selama satu minggu penuh. Setelah itu beliau memohon agar hujan berhenti,awan sirna dan cuaca berubah menjadi cerah. ‘Utaibah bin Abu Lahab, orang yang sangat memusuhi Allah dan Rasul-Nya,atas permohonan Rasulullah saw. Dan doa beliau, ia mati diterkam singa, di daerah az-Zarqa’,negeri Syam.
Pada malam bi’tsah Rasulullah saw.,batu dan pohon mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum, ya Rasulullah!” Mengenai hal itu beliau mengatakan, “Aku tahu bahwa ada batu di Makkah yang mengucapkan salam kepadaku beberapa saat sebelum aku diangkat menjadi Nabi dan Rasul.” Ada pula sebatang pohon yang bergerak mendekati beliau, dan batu yang digenggamnya bertasbih (mengagungkan kesucian Allah).
Ketika beliau hendak dibunuh dengan racun dalam makanan yang dihadiahkan seorang perempuanYahudi, tiba-tiba daging masakan di dalam hidangan itu memberi tahu beliau
Seekor unta mengeluh kepada beliau karena diberi makan sedikit dan diperkerjakan terlalu berat
Beliau memberitahu para sahabat bahwa kelak aka nada kelompok dari umatnya yang akan mengarungi samudera,termasuk di dalamnya seorang wanita bernama Ummu Haram binti Milhan. Dan ucapan beliau menjadi kenyataan.
Kepada ‘Utsman bin ‘Affan r.a. beliau memberitahu bahwa dia akan menghadapi malapetaka besar. Itu juga terbukti di kemudian hari ‘Utsman r.a. mati terbunuh saat berkedudukan sebagai Khalifah.
Kepada kaum Anshar beliau mengatakan,”Sepeninggalku, kalian akan mengutamakan golongan sendiri.” Itu juga terbukti beberapa saat setelah beliau wafat.
Mengenai cucu beliau,al-Hasan bin ‘Ali r.a., beliau berkata,”Anakku ini-yakni Hasan-seorang Sayyid (Pemimpin). Dengannya Allah akan mendamaikan dua golongan besar kaum muslimin.” Itu terbukti dengan terwujudnya kesepakatan antara para pengikut Imam ‘Ali bin Abi Thalib dan para pengikut Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
Beliau memberitahu para sahabat tentang terbunuhnya al-‘Unsi al-Kadzdzab dan orang yang membunuhnya. Padahal di malam terjadinya pembunuhan itu al-‘Unsi berada di Shan’a(Yaman) dan beliau berada di Madinah.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di sejarah | Tag | Meninggalkan komentar